|
by Magita Novita Sari
Hayoo, buat kalian pecinta kuliner khususnya yang menyukai bebek goreng, ga seru kalo belom mencicipi Nasi Bebek Pak Janggut. Bebeknya itu, terasa empuk, gurih, weess pokonya uuenak pooll, tapi ga lengkap kalau enggak di selingi sambal. Di sini, disediain sambal dengan 3 tipe, tidak pedas, sedang, dan puuedees..Rasanya benar-benar menggugah selera.
Nasi bebek Pak jenggut bisa ditemukan di:
Pakuwon Trade Centre - Supermall Jl. Puncak Lontar Indah , Surabaya
G - WALK F - 14 , CITRALAND - Surabaya
FRESH MARKET S - 27 , CITRALAND - Surabaya
FOOD COURT CITO FO1-2 depan KFC
|
by Magita Novita Sari
Tahu Campur Kalasan Haji Mahfud. Letaknya di daerah Jolotundo dekat Gereja Katolik Kristus Raja. Buka mulai pukul 12.00 hingga pukul 22.00. Depan warung tenda ini ada spanduk dengan tulisan besar "Tahu Campur Kalasan Bapak H. Abd. Mahfud." Tahu campur sebenarnya makanan khas Lamongan, sebuah kota kabupaten yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Surabaya. Namun karena popular di kota berlambang ikan sura dan buaya ini, tahu campur banyak dikenal sebagai makanan khas arek-arek Suroboyo. Tahu campur bukan termasuk jajanan tetapi lebih merupakan "makanan berat" pengganti nasi karena selain porsinya besar, juga ada lontong dan daging. Secara kasat mata tahu campur merupakan makanan yang terdiri dari campuran tahu dengan lontong yang diberi semacam kuah sup dengan irisan daging sapi ukuran yang cukup besar, ditimbuni mi, taoge, daun selada air, lentho singkong, kerupuk dan bawang goreng. Sebagaimana kebanyakan makanan khas Surabaya, kuahnya pun diberi bumbu petis dan sambal sesuai selera. Dari rasanya, makanan ini cenderung pedas manis. Bila Anda datang pada siang hari, tempat makan yang menyediakan sekitar 30 tempat duduk ini cukup leluasa. Namun pada malam hari, Anda harus bersabar karena ramainya pembeli.
Menurut seorang pelanggan tetapnya, di hari-hari biasa Tahu Campur Kalasan Haji Mahfud bisa menghabiskan 400 sampai 600 porsi. Dan meningkat menjelang akhir minggu atau hari libur yang mampu mencapai penjualan 800 porsi dengan harga Rp8.000 per porsi.
Bagi Anda yang merasa jauh dari Jalan Kalasan, Tahu Campur Kalasan Haji Mahfud juga membuka cabang di Plaza Tunjungan dan daerah Ciduk-Waru Surabaya.
TAHU CAMPUR HAJI MAHFUD JALAN KALASAN
Jl. Kalasan, Surabaya.
Telp.: 031-3810794. Jam buka: 12-00-22.00 (setiap hari)
Kapasitas tempat duduk: sekitar 30 orang.
Kisaran harga: Rp8.000 per porsi.
|
by Magita Novita Sari
Surabaya makanan khas asli yang dimasak dari kue beras,kecambah, tahu goreng, Lento (terbuat dari kedelai), kecap,bawang goreng dan saus cabai.
Lento terbuat dari kacang beras / Tholo dengan tepung, setelah itu ditambahkan dengan laos, daun bawang, buah jeruk purut dan garam secukupnya. Hal ini dibentuk bulat mirip kroket ini.
Lontong Balap penuh kecambah. Lontong Balap ini tidak terlayani dengan baik tanpa Sate Kerang.
Sate kerang, ismade dari kerang yang direbus dan kemudian disajikan seperti sate, tetapi tanpa panggang. Lontong Balap akanl ebih enak makan kalau yang ditambahkan dengan kecap panas dan saus cabai.
|
by Magita Novita Sari
Khas makanan Surabaya yang disajikan pada piring yang terbuat dari daun pisang (Pincuk), berbahan dasar daun semanggi (Marsilea crenata) yang direbus dan disajikan dengan kecambah rebus kemudian disiram bumbu yang terbuat dari ketela rambat atau ubi jalar (Ipomoea batatas) yang direbus dan dicampur gula jawa, garam, terasi, petis udang (makanya warna bumbunya berwarna hitam), sedikit kacang tanah, dan cabai.
Pecel ini disajikan tanpa nasi, hanya sayur semanggi dan kecambah disiram bumbu. Untuk memakannya, kita wajib dan fardhu menggunakan kerupuk puli yang terbuat dari beras (di beberapa daerah di Jawa kerupuk ini disebut dengan kerupuk gendar) untuk memakannya. Kerupuk puli ini berfungsi menggantikan sendok. Biasanya disajikan di samping pecel.Secara penampilan, pecel semanggi memang “kurang menggiurkan”, namun secara rasa, woohh! Seddap!! Makanan ini biasa dijual dengan berkeliling. Si penjual biasanya berteriak, “seemmmaannnggiiiiiii…”, dengan nada tertentu untuk menjajakan dagangannya. Karena sulitnya bahan baku daun semanggi, penjual ini waktu berjualannya tidak menentu. Kadang seminggu sekali, kadang dua minggu sekali. Daun semanggi yang digunakan pun bukan daun semanggi liar (yang biasa tumbuh di sungai dan sawah), tapi dibeli dari seseorang yang membudidayakan semanggi ini, begitu menurut pengakuan si penjual.
|
by Magita Novita Sari
Rawon setan adalah salah satu produk unggulan Wisata kuliner Surabaya. Resep
kuliner Rawon setan yang sudah turun menurun dan dimodifikasi menjadi rahasia sang pemilik Depot Rawon setan. Depot Rawon yang dalam sejarahnya berdiri di Jl. Embong malang surabaya ini pertama kali didirikan oleh Musiyah. Lalu kenapa sekarang ada Rawon setan Mbak Endang ? Itu dikarenakan Mbak Endang adalah cucu dari Musiyah itu sendiri. Nama Rawon setan diberikan karena Depot tersebut buka pada jam 10 malam. Padahal menurut cerita dari warga sekitar, nama awal Rawon setan adalah Rawon Hostes karena kebanyakan yang beli adalah para Pengunjung kafe dan pelayan Diskotik yang banyak bertebaran didaerah tersebut. Lalu jika terdapat lagi Depot Rawon setan Bu Mulyadi (Bu sup atau Bu Mul) karena beliau adalah mantu dari Musiyah. Keduanya kini memiliki Depot Rawon setan sendiri di kawasan Surabaya.
Irisan daging yang pas di campur dengan Aroma khas Rawon menjadikan sajian Rawon setan layak ditunggu kehadirannya. Harga yang ditawarkan pun tidak membuat kantong kita kempes. Paket hemat yang terdiri dari Nasi Rawon, Telor asin, Krupuk udang dan teh botol sosro ditawarkan dengan harga Rp 20rb. Sungguk suatu harga yang layak untuk masakan yang namanya melegenda di surabaya tersebut.
|
by Magita Novita Sari
Dilihat dari bentuk Jongkong Surabaya mirip dengan kue Lapis,tapi Jongkong Surabaya hijau karena menggunakan Daun Pandan di mewarnai dan menambah aroma Jongkong. Jongkong Terbuat dari campuran tepung beras, pati, gula pasir, garam, dan santan. Dan itu disajikan dengan parutan kelapa.